Muhammad Hasan Basri

Laki-laki, 21 tahun

Lumajang, Indonesia

Banggalah pada dirimu sendiri, Meski ada yang tak Menyukai. Kadang mereka membenci karena Mereka tak mampu menjadi seperti dirimu.
::
Start
Windows 8 SM Zero
Shutdown

Navbar3

Search This Blog

Selasa, 01 Juli 2014

KEKHUSUSAN DAN KEISTIMEWAAN BULAN RAMADHAN

KEKHUSUSAN DAN KEISTIMEWAAN BULAN RAMADHAN
Puasa bulan Ramadhan adalah rukun keempat dalam Islam. Firman Allah ta’ala:
“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (Al Baqarah: 183).
Sabda Nabi r:
(( بُنِيَ الإِسْلاَمُ عَلَى خَمْسٍ: شَهَادَةِ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ الله وَإِقَامِ الصَّلاَةِ وَإِيْتَاءِ الزَّكاَةِ وَصَوْمِ رَمَضَانَ وَحَجِّ البَيْتِ الحَرَامِ )) متفق عليه.
“Islam didirikan di atas lima sendi, yaitu: syahadat tiada sembahan yang haq selain Allah dan Muhammad adalah rasul Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, puasa Ramadhan dan pergi haji ke Baitul haram.” (Hadits Muttafaq alaih).
Ibadah puasa merupakan salah satu sarana penting untuk mencapai takwa, dan salah satu sebab untuk mendapatkan ampunan dosa-dosa, pelipatgandaan kebaikan, dan pengangkatan derajat. Allah telah menjadikan ibadah puasa khusus untuk diri-Nya dari antara amal-amal ibadah lainnya. Firman Allah dalam hadits yang disampaikan oleh Nabi r:
“Puasa itu untuk-Ku dan Aku langsung membalasnya. Orang yang berpuasa mendapatkan dua kesenangan, yaitu kesenangan ketika berbuka puasa dan kesenangan ketika berjumpa dengan Tuhannya. Sungguh, bau mulut orang berpuasa lebih harum daripada aroma kasturi.” (Hadits Muttafaq alaih).
Dan sabda Nabi r:
(( مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ)) متفق عليه.
“Barangsiapa berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah, niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (Hadits Muttafaq alaih).
Maka untuk memperoleh ampunan dengan puasa Ramadhan, harus ada dua syarat berikut ini:
  1. Mengimani dengan benar akan kewajiban ini.
  2. Mengharap pahala karenanya di sisi Allah ta’ala.
  3. Pada bulan Ramadhan diturunkan Al Qur’an sebagai petunjuk bagi umat manusia dan berisi keterangan-keterangan tentang petunjuk dan pembeda antara yang haq dan yang bathil.
  4. Pada bulan ini disunnahkan shalat tarawih, yakni shalat malam pada bulan Ramadhan, untuk mengikuti jejak Nabi r, para sahabat dan khulafa’ur rasyidin. Sabda Nabi r:
(( مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ )) متفق عليه.
“Barangsiapa mendirikan shalat malam di bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah, niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (Hadits Muttafaq alaih).
  1. Terdapat pada bulan ini Lailatul Qadar (malam mulia), yaitu malam yang lebih baik daripada seribu bulan, atau sama dengan 83 tahun 4 bulan. Malam di mana pintu-pintu langit dibukakan, doa dikabulkan, dan segala takdir yang terjadi pada tahun itu ditentukan. Sabda Nabi r:
((مَنْ قَامَ لَيْلَةَ القَدْرِ إِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ)) متفق عليه.
“Barangsiapa mendirikan shalat pada malam lailatul qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (Hadits Muttafaq alaih).
Malam ini terdapat pada sepuluh malam terakhir, dan diharapkan pada malam-malam ganjil lebih kuat daripada malam-malam lainnya. Karena itu, seyogyanya seorang muslim yang senantiasa mengharap rahmat Allah dan takut dari siksa-Nya. Memanfaatkan kesempatan pada malam-malam itu dengan bersungguh-sungguh pada setiap malam dari kesepuluh malam tersebut dengan; shalat, membaca Al Qur’anul karim, dzikir, doa, istighfar dan taubat yang sebenar-benarnya. Semoga Allah menerima amal ibadah kita, mengampuni, merahmati dan mengabulkan doa kita.
  1. Pada bulan ini terjadi peristiwa besar yaitu perang Badar, yang pada keesokan harinya Allah membedakan antara yang haq dan yang batil, sehingga menanglah Islam dan kaum muslimin serta hancurlah syirik dan kaum musyrikin.
  2. Pada bulan suci ini terjadi pembebasan kota Makkah Al Mukarramah, dan Allah memenangkan Rasul-Nya. Sehingga masuklah manusia ke dalam agama Allah dengan berbondong-bondong dan Rasulullah mengahancurkan syirik dan paganisme yang terdapat di kota Makkah, dan Makkah pun menjadi negeri Islam.
  3. Pada bulan ini pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan para setan diikat.
Betapa banyak berkah dan kebaikan yang terdapat dalam bulan Ramadhan. Maka kita wajib memanfaatkan kesempatan ini untuk bertaubat kepada Allah dengan sebenar-benarnya dan beramal shalih. Semoga kita termasuk orang-orang yang diterima amalnya dan beruntung.
Perlu diingat bahwa ada sebagian orang –semoga Allah memberinya petunjuk- mungkin berpuasa tapi tidak shalat, atau hanya shalat pada bulan Ramadhan saja. Orang seperti ini tidak berguna baginya; puasa, haji, maupun zakat. Karena shalat adalah sendi agama Islam yang ia tidak dapat tegak kecuali dengannya. Sabda Nabi r:
(( أَتَانِيْ جِبْرِيْلُ فَقَالَ: يَا مُحَمَّدُ، مَنْ أَدْرَكَ رَمَضَانَ فَخَرَجَ وَلَمْ يُغْفَرْ لَهُ، فَمَاتَ فَدَخَلَ النَّارَ، فَأَبْعَدَهُ الله، قُلْ: آمِيْنَ، فَقُلْتُ: آمِيْنَ )) رواه ابن خزيمة وابن حبان في صحيحه.
“Jibril datang kepadaku dan berkata: Wahai Muhammad, siapa yang menjumpai bulan Ramadhan, namun setelah bulan itu habis dan ia tidak mendapat ampunan, maka jika ia mati ia masuk neraka. Semoga Allah menjauhkannya. Katakanlah: amin, aku mengatakan: amin.” (HR. Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban dalam shahihnya)([1]).
Maka seyogyanya waktu-waktu pada bulan Ramadhan dipergunakan untuk berbagai amal kebaikan, seperti: shalat, sedekah, membaca Al Qur’an, zikir, doa dan istighfar. Ramadhan adalah kesempatan  untuk menanam bagi para hamba Allah, untuk membersihkan hati mereka dari kerusakan.
Juga wajib menjaga anggota badan dari segala dosa, seperti: berkata yang haram, melihat yang haram, mendengar yang haram, minum dan makan yang  haram; agar puasanya menjadi bersih dan diterima dan orang yang berpuasa memperoleh ampunan dan pembebasan dari api neraka.
Tentang keutamaan Ramadhan, Nabi r bersabda:
(( رَأَيْتُ رَجُلاً مِنْ أُمَّتِيْ يَلْهَثُ عَطَشًا، فَجَاءَهُ صِيَامُ شَهْرِ رَمَضَانَ فَسَقَاهُ وَأَرْوَاهُ )) رواه الحاكم والترمذي والديلمي والطبراني في الكبير، وهو حديث حسن.
“Aku melihat seorang laki-laki dari umatku terengah-engah kehausan, maka datanglah kepadanya puasa bulan Ramadhan lalu memberinya minum sampai kenyang.” (HR. Al Hakim, At Turmudzi, Ad Dailami dan At Thabrani dalam Al Mu’jam Al Kabir dan hadits ini hasan).
(( الصَّلَوَاتُ الخَمْسُ وَالجُمُعَةُ إِلَى الجُمُعَةِ وَرَمَضَانُ إِلَى رَمَضَانَ مُكَفِّرَاتٌ لِمَا بَيْنَهُنَّ إِذَا اجْتُنِبَتِ الْكَبَائِرُ )) رواه مسلم.
“Shalat lima waktu, shalat Jum’at ke shalat jum’at lainnya dan Ramadhan ke Ramadhan berikutnya menghapuskan dosa-dosa yang dilakukan di antaranya jika dosa-dosa besar ditinggalkan.” (HR. Muslim).
Jadi hal-hal yang fardhu ini dapat menghapuskan dosa-dosa kecil, dengan syarat dosa-dosa besar ditinggalkan. Dosa-dosa besar yaitu: perbuatan yang diancam dengan hukuman di dunia dan siksaan di akhirat. Misalnya: zina, mencuri, minum arak, mencaci kedua orang tua, memutuskan hubungan kekeluargaan, transaksi dengan riba, mengambil risywah (uang suap), bersaksi palsu, memutuskan perkara dengan selain hukum Allah.
Seandainya tidak terdapat dalam bulan Ramadhan keutamaan-keutamaan selain keberadaannya sebagai salah satu fardhu dalam Islam, dan waktu diturunkannya Al Qur’anul Karim, serta adanya Lailatul Qadar –yang merupakan malam yang lebih baik dari seribu bulan- di dalamnya,, niscaya itu sudah cukup. Semoga Allah melimpahkan taufik-Nya([2]).


[1].  Lihat, kitab An Nasha’ihud diniyah, hlm. 37-39.

[2]. lihat kitab Kalimaat Mukhtaarah, hlm. 74-76.
Read More --►

Puisi Pantun Menyambut Puasa Bulan Suci Ramadhan 1435 H

"Kumpulan SMS Puisi Selamat Datang Bulan Suci Ramadhan"

Bulan suci Ramadan 2014 akan segera datang. Selain mempersiapkan iman dan takwa, kamu juga perlu mempersiapkan ucapan untuk menyambut bulan penuh berkah ini. Belum punya ide untuk membuat ucapan selamat datang Ramadhan?Ucapan selamat datang Ramadan ini bisa dibuat dengan puisi atau juga pantun. Jika sudah dibuat, kamu bisa mengirimkan ucapan ini melalui pesan singkat SMS, BBM, WeChat,KakaoTalk, atau buat status di Facebook dan Twitter juga bisa.Bagi kamu yang belum punya ide, mungkin kumpulan pantun menyambut Ramadan berikut ini bisa menjadi inspirasi


Sudah tak sabar diperasaan Ingin segera menunaikan Ibadah puasa selama sebulan 

Yang ada malam seribu bulan 
Dan begitu dinanti-nantikan 
Oleh semua umat beriman 

Selamat Datang Bulan Suci Ramadhan ! 
Kami menyambutmu dengan ikhlasnya senyuman....
__________________________________

Aromamu begitu mewangi 
Walau belum sampai hari 
Namun sungguh menyentuh hati 
Dan inginnya segera menyalami 
Duhai bulan yang suci 

Selamat Datang Ya Ramadhan ! 
__________________________________

Biarpun setahun sekali 
Namun hadirnya sangat berarti 
Dan kini hadir kembali 
Yaitu bulan yang paling suci 
Bulan yang mengesankan hati 
Tumbuhkan senyum berseri-seri 

Selamat Datang Ya Ramadhan ! 
__________________________________

Begitu terbayang betapa meriah 
Ingin segera menyambut bulan yang indah 
Bulan penghapus dosa dan salah 
Karna bisa memetik banyak bunga ibadah 
Dengan aroma pahala yang berlimpah 
Dari Allah Yang Maha Pemurah 

Selamat Datang Ya Ramadhan ! 
Kami menyambutmu dengan senyum iman...
__________________________________

Sayang....

Lihatlah sang rembulan 
Menariknya bintang berkerlipan 
Tak seindah senyum kemaafan 
Yang telah engkau berikan 
Buat aku yang salalu memiliki kerinduan 
Untukmu yang setia menantikan 

Selamat Menyambut Bulan Puasa Ramadhan !
____________________________________

Duhai sayang....

Merdunya percikan gerimis hujan 
Mengiringi sucinya hatiku mengatakan 
Bahwa aku mohon engkau maafkan 
Atas segala dosa dan kesalahan 
Sebelum puasa aku tunaikan 


-------------------------------------------------------- Ikan kakap ada di atas papanMari kita panggang terus makanMari kita ucap Marhaban ya RamadanSelamat datang bulan penuh ampunan........................................................

- Pak Hikmat naik sedanNabrak rusa di depan rumah si AnyaSelamat datang bulan RamadanSemoga kita selalu dalam lindungan-NYA.........................................................- Si Mamat makan buah markisaUdang galah sedap dimakanSelamat menunaikan ibadah puasaSalah dan khilaf mohon dimaafkan.........................................................- Makan manisan di rumahnya si WayanLebih nikmat jika ditambah gulaDengan penuh ketulusan saya sampaikan,Selamat menjalankan ibadah puasa..........................................................- Makan mendoan di atas tiangLihat burung hinggap di jendelaRamadan sebentar lagi datangJangan lupa perbanyak pahala..........................................................- Ada raksasa beli pulsaBuah pepaya dimakan jerapahNggak kerasa dah mau puasaMaafin aku ya kalo punya salah...........................................................- Barang berat jangan lupa diikatBiar mudah saat dipindahkanPuasa Ramadan sudahlah dekatSalah dan khilaf mohon dimaafkan...........................................................- Setitik tinta jadi nodaSetitik salah jadi dosaBulan penuh berkah segera tibaMari tekun ibadah di bulan puasa

________________________________________Selamat Menyambut Bulan Suci Ramadhan ! 

..................................
Read More --►

Beberapa Makna dan Arti yang Terkandung Dalam Syaikhil Ramadhan

Ramadan adalah " Penghulu Bulan "
" Ramadhan adalah ( bulan) diturunkannya  Al Qur'an , sebagai panduan untuk umat manusia , juga tanda yang jelas  untuk bimbingan dan penilaian ( Antara benar dan salah ) . Selanjutnya ,jika  salah seorang dari kamu mencapai bulan itu,maka ia harus berpuasa . " ( Al Baqarah 185 )
Ramadhan, bulan ke-9  dalam kalender  Islam , adalah bulan yang paling penting dan suci bagi umat Islam . Ayat-ayat pertama Al-Qur'an diturunkan pada bulan ini . Allah (swt ) ingin Muslim untuk menunaikan puasa pada bulan ini dan seperti yang dinyatakan dalam hadits ,Allah (SWT) memberikan lebih banyak pahala untuk ibadah dan rahmat di bulan ini . Para fuqoha  mengatakan bahwa Ramadhan  adalah sebuah bulan yang berlimpah dan mulia yang dapat membuat seorang Muslim , yang menghargai dan menghabiskan waktu dengan ibadah , memperoleh pahala sebanyak pahala ibadah 80 tahun .
  Ramadhan berarti " membakar "
Ramadhan, nama bulan ke-9 dalam kalender Islam , adalah kata Arab yang berasal dari kata dasar " Ramda " . " Ramad " semakin panas karena panas yang terus menerus dan tanah yang menjadi semakin panas sedemikian rupa disebut " Ramda " . Jadi Ramadhan artinya " membakar " , " untuk membakar karena berjalan  telanjang kaki  di tanah yang hangus " .
Alasan mengapa bulan suci ini disebut " Ramadhan " adalah karena ia membakar dosa . Pada bulan Ramadhan , seorang muslim yang berpuasa menahan panas karena kelaparan dan haus dan panasnya puasa membakar  dosa- dos. ( Elmalılı Hamdi Yazir )
  Ramadhan berarti " hujan "
Ramadhan berasal dari kata dasar " Ramadiyu " yang berarti " hujan " yang terlihat pada akhir musim panas , pada awal musim gugur dan membersihkan bumi dari debu . Seperti hujan  yang mencuci permukaan bumi , bulan Ramadhan mensucikan orang beriman dari dosa dan membersihkan hati mereka . ( Elmalılı Hamdi Yazir )
  Diceritakan bahwa Ramadhan adalah salah satu dari " Asma (Nama) Allah Yang Indah "
Anas Bin Malik meriwayatkan dari  Nabi Muhammad (saw)  Yang tercinta bahwa " Jangan panggil ( bulan suci ) hanya" Ramadhan " . Seperti Allah (swt ) menyebut " syahr -i Ramadhan " ( bulan Ramadhan ) , kamu juga menyebut demikian. (HR Bukhari )
Ulama mengatakan bahwa " Ramadhan " adalah salah satu nama Allah ( swt ) . Jadi bulan ini harus disebut sebagai " Shahr -i Ramadhan " ( bulan Ramadhan ) 

Kata “Ramadhan” merupakan bentuk mashdar (infinitive) yang terambil dari kata ramidhayarmadhu yang pada mulanya berarti membakar, menyengat karena terik, atau sangat panas. Dinamakan demikian karena saat ditetapkan sebagai bulan wajib berpuasa, udara atau cuaca di Jazirah Arab sangat panas sehingga bisa membakar sesuatu yang kering.

Selain itu, Ramadhan juga berarti ‘mengasah’ karena masyarakat Jahiliyah pada bulan itu mengasah alat-alat perang (pedang, golok, dan sebagainya) untuk menghadapi perang pada bulan berikutnya. Dengan demikian, Ramadhan dapat dimaknai sebagai bulan untuk ‘mengasah’ jiwa, ‘mengasah’ ketajaman pikiran dan kejernihan hati, sehingga dapat ‘membakar’ sifat-sifat tercela dan ‘lemak-lemak dosa’ yang ada dalam diri kita.

Ramadhan yang setiap tahun kita jalani sangatlah penting dimaknai dari perspektif nama-nama lain yang dinisbatkan kepadanya. Para ulama melabelkan sejumlah nama pada Ramadhan. 

Pertama, Syahr al-Qur’an (bulan Alquran), karena pada bulan inilah Alquran pertama kali diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. Selain itu, kitab-kitab suci yang lain: Zabur, Taurat, dan Injil, juga diturunkan pada bulan yang sama.

Kedua, Syahr al-Shiyam (bulan pua sa wajib), karena hanya Ramadhan me ru pakan bulan di mana Muslim diwajibkan berpuasa selama sebulan penuh. Dan hanya Ramadhan, satu-satunya, nama bulan yang disebut dalam Alquran. (QS al-Baqarah [2]: 185).

Ketiga, Syahr al-Tilawah (bulan membaca Alquran), karena pada bulan ini Jibril AS menemui Nabi SAW untuk melakukan tadarus Alquran bersama Nabi dari awal hingga akhir. Keempat, Syahr al-Rahmah (bulan penuh limpah an rahmat dari Allah SWT), karena Allah menurunkan aneka rahmat yang tidak dijumpai di luar Ramadhan. Pintu-pintu kebaikan yang mengantarkan kepada surga dibuka lebar-lebar.

Kelima, Syahr al-Najat (bulan pembebasan dari siksa neraka). Allah menjanjikan pengampunan dosa-dosa dan pembebesan diri dari siksa api neraka bagi yang berpuasa karena iman dan semata-mata mengharap ridha-Nya. Ke enam, Syahr al-’Id(bulan yang berujung/ berakhir dengan hari raya). Ramadhan disambut dengan kegembiraan dan diakhiri dengan perayaan Idul Fitri yang penuh kebahagiaan juga, termasuk para fakir miskin

Ketujuh, Syahr al-Judd (bulan kedermawanan), karena bulan ini umat Islam dianjurkan banyak bersedekah, terutama untuk meringankan beban fakir dan miskin. Nabi SAW memberi keteladanan terbaik sebagai orang yang paling dermawan pada bulan suci.

Kedelapan, Syahr al-Shabr (bulan kesabaran), karena puasa melatih seseorang untuk bersikap dan berperilaku sabar, berjiwa besar, dan tahan ujian. 

Kesembilan, Syahr Allah (bulan Al lah), karena di dalamnya Allah melipatgandakan pahala bagi orang berpuasa.

Jadi, Ramadhan adalah bulan yang sangat sarat makna yang kesemuanya bermuara kepada kemenangan, yaitu: kemenangan Muslim yang berpuasa dalam melawan hawa nafsu, egositas, keserakahan, dan ketidakjujuran. Sebagai bulan jihad, Ramadhan harus dimaknai dengan menunjukkan prestasi kinerja dan kesalehan individual serta sosial.
Read More --►

Makna-Makna dan Hikmah-Hikmah Bulan Ramadhan

Makna-Makna dan Hikmah-Hikmah Bulan Ramadhan

Bulan Ramadhan selain bulan yang penuh berkah sebenarnya mempunyai beberapa nama julukan. Nama-nama itu merefleksikan makna keberkahan Ramadhan yang dapat diraih bagi yang menjalaninya dengan benar. Tulisan ini sebenarnya ulasan dari suatu artikel yang saya baca setahun yang lalu di beberapa situs Internet yang menjelaskan nama-nama lain bulan Ramadhan. Tapi, meskipun informasinya sudah beredar lama di masyarakat, tidak ada salahnya juga kan kalau kita mengingat kembali makna dan hikmah nama-nama bulan Ramadhan yang dikenal Umat Islam.

Bagi Umat Islam, pengidentifikasian nama-nama bulan Ramadhan dengan berbagai sinonimnya sebenarnya mengandung maksud. Nama-nama itu diungkapkan dengan singkat dan tepat sebagai “pengingat cepat atau penggugah” dan “keywords” tentang apa yang sebaiknya dilakukan di bulan tersebut. Selain itu, nama-nama bulan Ramadhan juga menyatakan berkah dan maghfirah yang dapat diraih pada kondisi dan suasana paling baik selama satu tahun ke belakang dan ke depan (Ramadhan tahun depan seandainya masih bisa diberi umur).


Demikian banyaknya keutamaan dan peluang untuk berubah di hadapan Allah SWT di bulan Ramadhan ini hingga bulan Ramadhan sering dikiaskan dengan perumpamaan Tamu Agung yang istimewa. Perumpamaan dan keistimewaan itu tidak saja menunjukkan kesakralannya dibandingkan dengan bulan lain. Namun, mengandung suatu pengertian yang lebih nyata pada aspek penting adanya peluang bagi pendidikan manusia secara lahir dan batin untuk meningkatkan kualitas ruhani maupun jasmaninya seoanjang hidupnya.

Karena itu, Bulan Ramadhan dapat disebut sebagai Syahrut Tarbiyah atau Bulan Pendidikan. Penekanan pada kata Pendidikan ini menjadi penting karena pada bulan ini kita dididik langsung oleh Allah SWT. Pendidikan itu meliputi aktivitas yang sebenarnya bersifat umum seperti makan pada waktunya sehingga kesehatan kita terjaga. Atau kita diajarkan oleh supaya bisa mengatur waktu dalam kehidupan kita. Kapan waktu makan, kapan waktu bekerja, kapan waktu istirahat dan kapan waktu ibadah. Jadi, pendidikan itu berhubungan langsung dengan penataan kembali kehidupan kita di segala bidang.Menata kehidupan sesungguhnya bagian dari proses mawas diri atau introspeksi. Jadi, bulan Ramadhan sesungguhnya bulan terbaik sebagai masa mawas diri yang intensif. Proses mawas diri melibatkan evaluasi diri ke wilayah kedalaman jiwa untuk dinyatakan kembali dalam keseharian sebagai akhlak dan perilaku mulai yang membumi. Tentunya evaluasi ini didasarkan atas pengalaman hidup sebelumnya yaitu pengalaman atas semua peristiwa dan perilaku sebelas bulan sebelumnya sebagai ladang maghfirah yang sudah disemai dan ditanami pohon benih-benih perbuatan. Selain itu, evaluasi juga mencakup taksiran untuk kehidupan di masa depan, baik di dunia maupun di akhirat nanti.

Pada masa Rasulullah peperangan fisik banyak terjadi pada bulan Ramadhan dan itu semua dimenangkan kaum muslimin. Peperangan fisik di masa Rasulullah adalah suatu keharusan yang tidak dapat ditolak karena situasi dan kondisi yang dihadapi saat itu. Namun, seperti diungkapkan dalam hadis Nabi seusai Perang Badar, yang paling berat adalah peperangan kita untuk berjihad melawan hawa nafsu sendiri. Karena itu bulan Ramadhan sering disebut sebagai Syahrul Jihad dengan fokus pada pengendalian hawa nafsu diri sendiri (yaitu Wa Nafsi, simak QS 91:7).Jihad melawan nafsu adalah ungkapan untuk menyucikan dan memurnikan nafsu kita untuk kembali semurni-murninya, yaitu dalam keadaan fitri. Ungkapan ini sebenarnya berasal dari firman Allah dalam QS 91:7-10 dan beberapa ayat lainnya yang berbunyi senada yaitu menyucikan jiwa. Menyucikan Jiwa adalah syarat yang mengiringi proses awal penerimaan wahyu yaitu IQRA (simak QS 96:1-5). Hal ini tentunya erat kaitannya dengan buah dari pendidikan jiwa secara intuitif maupun intelektual murni (atau intelek awal), dengan rasionalitas dan penyingkapan tabir-tabir gelap jiwa kita yang sejatinya “Ummi” dan “Fakir” di hadapan Allah, Rabbul ‘Aalamin (Pencipta, Pemelihara dan Pendidik semua makhlukNya).

Dari kedua pengertian nama bulan Ramadhan sebagai Bulan Pendidikan dan Bulan Jihad Melawan hawa nafsu tersebut, maka terungkaplah kemudian nama bulan Ramadhan sebagai Syahrul Qur’an. Al-Qur’an pertama sekali diturunkan di bulan Ramadhan dan pada bulan ini sebaiknya kita banyak membaca dan mengkaji kandungan Al-Qur’an sehingga kita faham dan mengerti perintah Allah yang terkandung di dalamnya. Karenanya, penamaan Syahrul Tarbiyah dan Syahrul Jihad sebenarnya berhubungan dengan suatu prakondisi sebelum Nabi Muhammad SAW menerima al-Qur’an sebagai Wahyu yang diwahyukan. Dalam konteks ini maka bulan Ramadhan sebagai Syahrul Qur’an sebenarnya merupakan peluang bagi semua Umat Islam yang bersyahadat dengan Nama Muhammad untuk mengkaji dan menggali nilai-nilai spiritual al-Qur’an untuk dinyatakan menjadi akhlak mulia alias akhlak Muhammad alias akhlak Qur’ani.Pendek kata, Bulan Ramadhan sebenarnya merupakan napak tilas bagi semua Umat Islam untuk memakrifati perjanjiannya dengan Allah SWT (syahadatnya) sebagai manusia yang dilahirkan dan berkembang untuk menjalani hidup dengan kesadaran kudus. Napak tilas ini dilakukan lebih intim di Bulan Ramadhan dimana Umat Islam diharapkan dapat mengalami keadaan jasmani dan ruhani yang mirip dengan yang dialami Nabi Muhammad SAW ketika Al Qur’an turun ke Bumi. Inilah rahasianya kenapa di bulan ini ada yang disebut penyendirian total dengan I’tikaf di masjid pada 10 terakhir bulan Ramadhan dan ada malam Lailatul Qadar atau malam 1000 bulan. Karena itu, menurut saya, Ramadhan dapat disebut juga sebagai bulan napak tilas Nuzulul Qur’an dan Pemurnian Pengetahuan Tauhid dengan Aslim dan Islam yang lurus seperti halnya moyang Nabi Muhammad SAW dulu yaitu Ibrahim a.s yang memenggal kepala berhala yang dipuja kaumnya. Dari sini makna jihad melawan hawa nafsu pun dapat diungkapkan kembali sebagai jihad untuk memenggal kepala berhala-berhala hawa nafsu yang masih bercokol di dalam hati Umat Islam.

Selain prosesi yang bersifat keruhanian dengan pendidikan dan penerapan praktisnya, di bulan Ramadhan kita merasakan sekali suasana ukhuwah diantara kaum muslimin terjalin sangat erat dengan selalu berinteraksi di Masjid/Mushollah untuk melakkukan sholat berjama’ah. Dan diantara tetangga juga saling mengantarkan perbukaan sehingga antara kaum muslimin terasa sekali kebersamaan dan kesatuan kita. Syahrrul Ukhuwah adalah dimensi praktek yang dinyatakan bersamaan dengan pendidikan jasmani dan ruhani di bulan Ramadhan.
Seiring dengan semua itu, maka semakin jelaslah bahwa Bulan Ramadhan disebut juga sebagai Bulan Ibadah karena pada bulan ini kita banyak sekali melakukan ibadah-ibadah sunnah disamping ibadah wajib seperti sholat sunnat dhuha, rawatib dan tarawih ataupun qiyamullai serta tadarusan al-Ar’an. Bahkan dalam pengertian yang lebih luas, dimana semua makhluk diciptakan Allah sebagai hambaNya, maka semua aktivitas jasmani dan ruhani kita di Bulan Ramadhan dilatih untuk selalu menyatakan kebiasaan-kebiasaan luhur bahwa semua aktivitas kehidupan kita sejatinya adalah ibadah kepadaNya. Inilah dimensi makrifat Ramadhan ketika Umat Islam memasuki ketakwaan sesungguhnya sebagai tujuan dari diwajibkannya puasa (QS 2:183).
 Untuk menjadi manusia takwa, peningkatan kualitas kemanusiaan terjadi di wilayah lahir maupun batin. Artinya dengan pemaknaan, pemahaman, ilmu dan tindakan yang seimbang dengan Kehendak Allah. Dengan hati, akal, dan perbuatan seluruh bagian tubuh manusia. Puasa Umat Islam di Bulan Ramadhan, akhirnya memang bukan sekedar menahan lapar dan haus secara harfiah. Namun, meliputi seluruh kenyataan diri kita sebagai makhluk yang berjasad, berjiwa, dan diberi amanat Ilahi untuk mengungkapkan jati diri kekhalifahanNya (kemampuannya untuk menerima amanat Pengetahuan Tauhid).

Karenanya, tolok ukur keberhasilan seseorang menjalankan puasa Ramadhan sebagai manusia yang takwa justru akan terlihat bukan hanya saat puasa dilaksanakan semata. Hasil puasa Ramadhan yang optimal dengan kiasan 1000 bulan, justru harus lebih banyak mempengaruhi perilaku manusia di waktu sesudah puasa, yaitu 11 bulan ke depan sampai kematian tiba. Penekanan dengan sisipan “harus” ini untuk mengingatkan kita supaya jangan menjadi bodoh dan lalai kembali seolah-olah Umat Islam hanya menjadi umat yang baik di bulan Ramadhan dan menjelang Iedul Fitri saja. Suasana Ramadhan harus dapat disebarkan kedalam rentang waktu 11 bulan kedepan setelah Ramadhan dan Iedul Fitri. Itulah sebenarnya Ladang Maghfirah yang harus mulai kembali diolah terus menerus untuk ditanami dengan amaliah kehidupan untuk menghasilkan buah-buah kehidupan yang paripurna. 
Ladang Maghfirah adalah modal sekaligus peluang bagi manusia untuk kembali sadar dan berjalan di jalan Shirathaal Mustaqiim dan sampai dengan selamat di hadirat Allah SWT. Peluang ini berlaku bagi semua umat Islam yang dewasa dan bertanggung jawab, yang jiwanya selama menjalani kehidupan telah terkontaminasi oleh berbagai perbuatan yang tidak patut dalam ukuran norma Iman dan Islam. Tidak ada batasan ketika peluang itu dinyatakan saat Ramadhan yaitu bagi semua perbuatan yang dilakukan dengan sengaja ataupun tidak. Karena itu, di bulan Ramadhan yang diwajibkan untuk berpuasa dengan tujuan menjadi takwa, maka jiwa Umat Islam sesungguhnya “dapat” diperhalus kembali ke posisi fitri untuk melangkah kembali ke masa depan dan menjalani kehidupan dengan cerapan makna yang semakin meningkatkan kualitas kemanusiaannya (yaitu sebagai manusia takwa).

Ramadhan, kembali dan selalu akan kembali selama kita masih hidup. Dan selama kita hidup pula, Allah SWT selalu menyediakan waktu ampunan bagi semua manusia, khususnya Umat Islam, untuk berdekat-dekatan dengan keintiman khusus yang disebut Bulan Ramadhan. Jadi, luruskanlah niat untuk beribadah Ramadhan dengan totalitas kehambaan di hadapanNya, tertunduk dan berserah diri padaNya dengan jujur guna meraih ketakwaan sesungguhnya. Marhaban Ya Ramadhan, 
dalam kesempatan ini, saya sekaligus mohon maaf lahir dan batin kalau ada salah tulis atau salah kata.
Read More --►

Kutipan Hadits Tentang Bulan Ramadhan

Hanya dalam hitungan hari Ramadhan 1435 H akan datang. Sebagian besar umat Islam bersuka cita menyambutnya, meskipun sebagian lagi menghadapinya dengan biasa-biasa saja tanpa semangat. Apalagi merencanakan aktivitas ibadah untuk mengisi bulan Ramadhan. Sungguh sangat disayangkan jika bulan Ramadhan dilewati begitu saja.

Sejatinya bulan Ramadhan adalah bulan yang sangat istimewa. Berbagai keistimewaan ada dalam bulan ini. Rasulullah Saw menjelaskan dalam banyak haditsnya mengenai kemuliaan bulan Ramadhan. Beberapa hadits berikut menerangkan keutamaan Ramadhan:

Pertama,
dari Abu Hurairah ra, bahwa Rasulullah saw bersabda:

“Shalat yang lima waktu, satu Jumat ke Jumat berikutnya, dan satu Ramadhan ke Ramadhan berikutnya, menjadi penebus dosa yang dilakukan di antara keduanya, selama dia menjauhi dosa-dosa besar.” (HR. Muslim dan Ahmad)

Bukhari meriwayatkan hadits ini dalam at-Tarikh al-Kabir.

Kedua
, dari Abu Hurairah ra ia berkata: Rasulullah saw bersabda:

“Sungguh rugi seseorang ketika (nama)ku disebut di sampingnya tetapi dia tidak bershalawat atasku. Sungguh rugi seseorang yang bertemu dengan Ramadhan, lalu Ramadhan itu berlalu darinya sebelum dosa-dosa dirinya diampuni, dan sungguh rugi seseorang yang mendapati kedua orang tuanya dalam keadaan renta, tetapi keduanya tidak (menjadi sebab yang) memasukkannya ke dalam surga. Rib’i berkata: Aku tidak tahu kecuali dia berkata: Atau salah satu dari kedua orang tuanya.” (HR. Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Khuzaimah, dan al-Hakim)

Ketiga, dari Abu Hurairah ra ia berkata: Rasulullah saw bersabda:

“Jika Ramadhan tiba, maka pintu-pintu langit dibukakan, pintu-pintu jahanam dikunci, dan setan-setan pun dibelenggu.” (HR. Bukhari, Muslim, an-Nasai, Ahmad, Ibnu Hibban, dan ad-Darimi dengan redaksi kalimat yang berbeda-beda)

Keempat, dari Abu Hurairah raia berkata: Rasulullah saw bersabda:

“Barang siapa yang berpuasa di bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan dengan mengharapkan ridho-Nya, maka diampunilah dosa-dosa yang dilakukannya di masa lalu.” (HR. Bukhari, an-Nasai, Ibnu Majah, Ahmad, dan Ibnu Hibban)

Dalam hadits yang diriwayatkan Ahmad dan riwayat kedua an-Nasai dari jalur yang sama disebutkan:

“Maka diampunilah dosa-dosa yang dilakukannya di masa lalu dan yang akan datang. Dengan adanya tambahan “yang akan datang”.

Al-Mundziri berkata: isnad haditsnya hasan. Tetapi Hammad meragukan bersambungnya sanad hadits ini, atau Qutaibah bin Said telah menyendiri meriwayatkan tambahan tersendiri dari Sufyan.

Kelima, dari Ibnu Abbas ra ia berkata: Rasulullah saw bersabda: “Umrah di bulan Ramadhan menyamai (nilai) haji.” (HR.Ibnu Majah, an-Nasai dan Ahmad)

Ibnu Majah meriwayatkan hadits ini dengan lafadz yang sama. Ahmad dan Tirmidzi meriwayatkan dari jalur Wahb bin Khanbasi. Ahmad dan Ibnu Majah meriwayatkan hadits ini dari jalur Jabir ra. Bukhari meriwayatkan dari jalur yang sama. Muslim dan Abu Dawud dengan redaksi:

“Karena sesungguhnya umrah di bulan Ramadhan sama dengan berhaji, atau berhaji bersamaku.”

Thabrani meriwayatkan hadits ini dalam kitab al-Mu’jam al-Kabir. Abu Dawud dan Ahmad dari Ummi Ma’qil ra, ia berkata:

“Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku seorang perempuan yang telah tua, dan aku dalam keadaan sakit, apakah ada satu perbuatan yang cukup bagiku menggantikan ibadah hajiku? Maka beliau saw bersabda: “Umrah di bulan Ramadhan telah cukup bagimu (menggantikan hajimu)”.

Keenam, dari Abu Hurirah ra, bahwa Rasulullah saw bersabda:

“Ketika tiba malam pertama bulan Ramadhan, setan-setan dan jin-jin durhaka dibelenggu, pintu-pintu neraka ditutup, sehingga tidak ada satu pintu neraka pun yang dibuka, dan pintu-pintu surga dibuka sehingga tidak ada satu pintu surga pun yang ditutup. Lalu seseorang berseru, wahai pencari kebaikan maka sambutlah, wahai pelaku kejahatan maka tahanlah. Dan milik Allah-lah orang-orang yang dibebaskan dari neraka, dan hal itu terjadi pada setiap malam.” (HR. Ibnu Majah, Ibnu Hibban dan al-Baihaqi)

Al-Hakim meriwayatkan dan menshahihkannya, dan disepakati oleh ad-Dzahabi. Ibnu Khuzaimah meriwayatkan, tetapi dia berkata:

“Setan-setan atau jin yang durhaka dibelenggu.”


Thabrani meriwayatkan hadits ini dalam kitab al-Mu’jam al-Ausath, juga an-Nasai dengan redaksi yang hampir sama dari jalur Utbah bin Farqad ra.

Dilalah hadits-hadits ini begitu jelas sehingga tidak perlu dijelaskan lebih jauh. Jika ditambahkan lagi hadits-hadits lain yang menyebutkan keutamaan puasa secara umum ke dalam pembahasan kami ini, maka tampak jelas keutamaan Ramadhan dan puasa bulan Ramadhan. Dari Ibnu Abbas ra ia berkata:

“Rasulullah saw adalah orang yang paling pemurah, dan lebih pemurah lagi dalam bulan Ramadhan. Ketika ditemui oleh Jibril, beliau saw ditemui Jibril pada setiap malam di bulan Ramadhan, dan kemudian beliau melakukan mudarasah al-Qur’an (mendengarkan dan memperdengarkan bacaan al-Qur’an). Sungguh Rasulullah saw sangat lebih pemurah dibandingkan angin yang bertiup.”
(HR. Bukhari, Muslim, an-Nasai, Tirmidzi, Ahmad, dan Ibnu Hibban)
Read More --►

CERPEN BUAT AYAH

Kasih Terselebung Seorang Ayah Kepada Anaknya

Cinta seorang Ibu itu menenangkan, Cinta seorang Ayah itu menguatkan. Begitulah kata/kalimat bijak yang sering kita dengar. Meski Ayah kelihatan sibuk dan cuek, serta galak dimatamu, itu semua dilakukannya demi kebaikanmu. Untuk itu ada beberapa hal terselebung yang kamu mesti tahu tentang seorang Ayah yang sesungguhnya ia amat mengasihimu.
“Ayah ingin anak-anaknya punya lebih banyak kesempatan daripada dirinya, menghadapi lebih sedikit kesulitan, lebih tidak tergantung pada siapapun, dan selalu membutuhkan kehadirannya”
“Ayah membiarkan kamu menang dalam permainan ketika kamu masih kecil, tapi dia tidak ingin kamu membiarkannya menang ketika kamu sudah besar”
“Ayah tidak ada di album foto keluarga, karena dia yang selalu memotret”
“Ayah selalu sedikit sedih ketika melihat anak-anaknya pergi bermain dengan teman-teman mereka. karena dia sadar itu adalah akhir masa kecil mereka”
“Ayah mulai merencanakan hidupmu ketika tahu bahwa ibumu hamil (mengandungmu), tapi begitu kamu lahir, ia mulai membuat revisi”
“Ayah membantu membuat impianmu jadi kenyataan bahkan diapun bisa meyakinkanmu untuk melakukan hal-hal yang mustahil, seperti berenang di air setelah ia melepaskannya”
“Ayah mungkin tidak tahu jawaban segala sesuatu, tapi ia membantu kamu mencarinya”
“Ayah mungkin tampak galak di matamu, tetapi di mata teman-temanmu dia tampak baik dan menyayangi”
“Ayah lambat mendapat teman, tapi dia bersahabat seumur hidup”
“Ayah benar-benar senang membantu seseorang, tapi ia sukar meminta bantuan”
“Ayah di dapur. Membuat dan memasak seperti penjelajahan ilmiah. Dia punya rumus-rumus dan formula racikannya sendiri, dan hanya dia sendiri yang mengerti bagaimana menyelesaikan persamaan-persamaan rumit itu. Dan hasilnya? mmmmhhh… “tidak terlalu mengecewakan” ”
“Ayah paling tahu bagaimana mendorong ayunan cukup tinggi untuk membuatmu senang tapi tidak takut”
“Ayah akan sangat senang membelikanmu makanan selepas ia pulang kerja, walaupun dia tak dapat sedikitpun bagian dari makanan itu”
“Ayah selalu berdoa agar kita menjadi orang yang sukses di dunia dan akhirat, walaupun kita jarang bahkan jarang sekali mendoakannya”
“Ayah akan memberimu tempat duduk terbaik dengan mengangkatmu dibahunya, ketika pawai lewat”
“Ayah tidak akan memanjakanmu ketika kamu sakit, tapi ia tidak akan tidur semalaman. Siapa tahu kamu membutuhkannya”
“Ayah percaya orang harus tepat waktu. Karena itu dia selalu lebih awal menunggumu”
“Ia akan melupakan apa yang ia inginkan, agar bisa memberikan apa yang kamu butuhkan”
“Ia menghentikan apa saja yang sedang dikerjakannya, kalau kamu ingin bicara”
“Ia selalu berfikir dan bekerja keras untuk membayar uang sekolahmu tiap semester, meskipun kamu tidak pernah memikirkannya, bagaimana ia mendapatkannya”
“Ayah mengangkat beban berat dari bahumu dengan merengkuhkan tangannya disekeliling beban itu”
“Ayah akan berkata, “Tanyakan saja pada ibumu,” ketika ia ingin berkata, “Tidak” ”
“Ayah tidak pernah marah, tetapi mukanya akan sangat merah padam ketika anak gadisnya menginap di rumah teman tanpa izin”
“Dan diapun hampir tidak pernah marah, kecuali ketika anak lelakinya kepergok menghisap rokok dikamar mandi”
“Ayah mengatakan, tidak apa-apa mengambil sedikit resiko asal kamu sanggup kehilangan apa yang kamu harapkan”
“Pujian terbaik bagi seorang ayah adalah ketika dia melihatmu melakukan sesuatu hal yang baik persis seperti caranya”
“Ayah lebih bangga pada prestasimu, daripada prestasinya sendiri”
“Ayah hanya akan menyalamimu ketika pertama kali kamu pergi merantau meningalkan rumah, karena kalau dia sampai memeluk mungkin ia tidak akan pernah bisa melepaskannya”
“Ayah tidak suka meneteskan air mata. Ketika kamu lahir dan dia mendengar kamu menangis untuk pertama kalinya, dia sangat senang sampai-sampai keluar air dari matanya (ssst..tapi sekali lagi ini bukan menangis)”
“Ketika kamu masih kecil, ia bisa memelukmu untuk mengusir rasa takutmu…ketika kau mimpi akan dibunuh monster…”
“Tapi, ternyata dia bisa menangis dan tidak bisa tidur sepanjang malam, ketika anak gadis kesayangannya di rantau tak memberi kabar selama hampir satu bulan”
“Ayah pernah berkata, “Kalau kau ingin mendapatkan pedang yang tajam dan berkualitas tinggi, janganlah mencarinya dipasar apalagi tukang loak, tapi datang dan pesanlah langsung dari pandai besinya. Begitupun dengan cinta dan teman dalam hidupmu, jika kau ingin mendapatkan cinta sejatimu kelak, maka minta dan pesanlah pada Yang Menciptakannya” ”
“Untuk masa depan anak lelakinya Ayah berpesan, “Jadilah lebih kuat dan tegar daripadaku, pilihlah ibu untuk anak-anakmu kelak wanita yang lebih baik dari ibumu, berikan yang lebih baik untuk menantu dan cucu-cucuku, daripada apa yang yang telah ku beri padamu” ”.
“Dan untuk masa depan anak gadisnya ayah berpesan, “Jangan cengeng meski kau seorang wanita, jadilah selalu bidadari kecilku dan bidadari terbaik untuk ayah anak-anakmu kelak. Laki-laki yang lebih bisa melindungimu melebihi perlindungan Ayah, tapi jangan pernah kau gantikan posisi Ayah di hatimu” ”
“Ayah bersikeras, bahwa anak-anakmu kelak harus bersikap lebih baik daripada kamu dulu”
“Ayah bisa membuatmu percaya diri, karena ia percaya padamu”
“Ayah tidak mencoba menjadi yang terbaik, tapi dia hanya mencoba melakukan yang terbaik”
Itulah sedikit dari sekian banyak kasih terselubung seorang Ayah kepadamu. Jika ini bermanfaat dan menyadarkanmu akan betapa besarnya kasih yang beliau berikan untuk kita, maka sebarkanlah ke temanmu artikel ini agar kita lebih menghormati dan menyangi beliau.


Read More --►

Hindari 11 Perusak Intimasi dalam Hubungan Seksual

Hindari 11 Perusak Intimasi dalam Hubungan Seksual

Momen intim pasangan, apalagi bagi yang pertama kali berhubungan seksual, sebaiknya perlu diciptakan dan dipersiapkan. Saat bulan madu atau pada malam pertama misalnya, jangan sampai rusak dengan 11 kesalahan ini.

1. Salah ucap
Jangan sampai salah mengucapkan sesuatu yang Anda akan sesali kemudian hari, atau bahkan memicu pertengkaran. Kondisi ini mungkin kecil kemungkinan terjadi pada pasangan baru menikah. Namun bagi pasangan yang sedang berbulan madu kesekian kalinya, dan memiliki fantasi seksual, kemudian terceplosnya nama orang lain bukan pasangan Anda, buyarlah sudah momen istimewa ini.

2. Masalah rambut
Kalau Anda memakai hair-extensions atau pasangan memakai wig untuk menutupi masalah rambutnya, sebaiknya buat aturan untuk tidak menyentuh rambut selama berhubungan seks. Jangan sampai momen intim yang sudah Anda ciptakan bersama, rusak gara-gara rambut terlepas.

3. Tertidur
Jangan bercinta saat tubuh terasa sangat lelah, kalau tidak bukannya bermesraan Anda atau pasangan malah tertidur pulas. Ini bisa menjadi perusak mood terbesar dalam hubungan intim.

4. Keluarga bertamu
Pastikan saat ingin bermesraan dengan pasangan di rumah, tak ada jadwal keluarga berkunjung. Kalau perlu tinggalkan pesan, termasuk melalui status di ponsel pintar atau media sosial misalnya, bahwa Anda dan pasangan sedang berlibur. Dengan begitu, agenda bercinta bisa berjalan lancar tanpa gangguan tiba-tiba.

5. Buang gas
Terkadang keinginan buang gas tak tertahankan atau tak disengaja. Meski begitu hal buruk ini bisa dihindari, caranya jangan makan makanan yang bisa merangsang buang gas setidaknya enam jam sebelum bercinta.

6. Terlalu emosional
Saat Anda sedang emosional sebaiknya jauhkan dari momen intimasi. Kalau Anda tak tahu apa yang membuat Anda mudah emosi, mudah kesal, apalagi pasangan Anda. Tenangkan dulu diri Anda sebelum bercinta daripada saat berhubungan seksual, ada hal-hal kecil yang membuat Anda mudah marah.

7. Nafas tak segar
Anda dan pasangan akan menjadi tak berjarak saat berada di momen intimasi. Jadi, pastikan seluruh bagian tubuh Anda bersih dan segar terutama area mulut. Hindari makan makanan yang menimbulkan bau mulut sebelum bercinta, misalnya bawang putih.

8. Tidak mood
Baik Anda dan pasangan harus sedang memiliki mood baik sebelum bercinta. Jangan sampai salah satu pihak memaksakan kondisi. Kalau Anda atau pasangan sedang tidak mood, jangan memaksakan berhubungan seksual.

9. Lupa bercukur

Bulu di bagian tertentu tubuh bisa mengganggu, baik menimbulkan bau tak sedap atau rasa tak nyaman saat bersentuhan. Jadi, pastikan bulu-bulu tersebut tercukur sempurna.

10. Masih memakai pelangsing tubuh
Tampil langsing dengan aneka produk pembentuk tubuh menjadi pilihan sebagian perempuan untuk lebih percaya diri. Namun jika waktunya bermesraan dengan pasangan, singkirkan semua pakaian ini. Jangan sampai masih memakai korset saat akan bercinta. Pasangan Anda bisa dibuat susah karenanya.

11. Telepon berdering

Matikan semua gadget saat menciptakan momen intimasi. Fokuslah pada pasangan Anda. Jangan sampai tergoda mengangkat telepon atau mengirim/menjawab pesan singkat saat berada di momen khusus untuk pasangan ini.
Read More --►