Muhammad Hasan Basri

Laki-laki, 21 tahun

Lumajang, Indonesia

Banggalah pada dirimu sendiri, Meski ada yang tak Menyukai. Kadang mereka membenci karena Mereka tak mampu menjadi seperti dirimu.
::
Start
Windows 8 SM Zero
Shutdown

Navbar3

Search This Blog

Senin, 04 November 2013

HARI POHON SEDUNIA UNTUK INDONESIA


Tanggal 21 November adalah merupakan hari pohon sedunia. Hari yang seharusnya mengingatkan kita akan pentingnya pohon dan tumbuhan di muka bumi. Mengingat, pohon dan tetumbuhan yang ada di bumi pertiwi semakin terkikis jumlahnya karena digantikan oleh gedung-gedung pencakar langit yang membuat atmosfer bumi menjadi semakin panas. Terutama di kota-kota besar seperti Jakarta, sebagaimana data yang dilansir oleh Kementrian Perhutanan, DKI jakarta merupakan wilayah dengan luas hutan paling sedikit di antara kota atau daerah lain, yakni ‘hanya’ seluas 475.45 ha (SK No. 220/Kpts-II/00). Dengan jumlah penduduk kurang lebih 8,5 juta jiwa, ini merupakan sebuah ironi dari kota yang disebut dengan ibu kota Indonesia, ibu kota dari negara yang pada 2003 merupakan negara yang memiliki luas hutan tropis terbesar ke-3 di dunia setelah Brasil dan Kongo.
Maraknya Deforestasi
Deforestasi merupakan perubahan kondisi penutupan lahan dari hutan menjadi bukan hutan (termasuk perubahan untuk perkebunan, pemukiman, kawasan industri, dan lain-lain). Ini merupakan faktor utama di dalam terkikisnya luas hutan yang ada di Indonesia. Hutan lindung, hutan hujan tropis, dan hutan-hutan yang lain disulap menjadi deretan gedung-gedung megah dan pabrik-pabrik industri yang menghasilkan jutaan ton limbah dan polusi. Belum lagi maraknya illegal logging dan penebangan liar yang secara langsung berdampak pada terkiskisnya luas hutan atau yang lebih sering dikenal dengan paru-paru dunia.
Konsumsi kertas juga merupakan salah satu faktor terjadinya penggundulan hutan. konsumsi kertas Indonesia tahun 2005 adalah sebesar 5,6 juta ton. Dibutuhkan sekitar 22,4 juta meter kubik kayu untuk memproduksinya. Dengan mengambil nilai minimal rata-rata tingkat pertumbuhan konsumsi dan produksi yakni 5% per tahun (menurut World Resource Institute untuk negara berkembang rata-rata sekitar 7% per tahun), maka diperoleh jumlah konsumsi kertas Indonesia di tahun 2006 adalah 5,96 juta ton. Dan data seperti ini jumlahnya akan terus meningkat dari tahun ke tahun.
Sejak tahun 1970 penggundulan hutan mulai marak di Indonesia. Pada tahun 1997-2000, laju kehilangan dan kerusakan hutan Indonesia mencapai 2,8 juta hektar/tahun. Dalam periode 2009/2010, deforestasi yang terjadi adalah seluas 832,126.9 ha dari seluruh total luas hutan di Indonesia yang berjumlah 131 juta ha (menurut data Dirjen Planologi Kehutanan 2011). Dan hal ini akan terus berlanjut. Deforestasi akan terus menjadi momok bagi kelangsungan ekosistem yang berada di dalam hutan. Maka tak heran, jika banyak berita di media yang memberitakan banyaknya satwa-satwa liar yang ‘menyerang’ pemukiman warga setempat karena berkurangnya suplai makanan alami yang disebabkan semakin berkurangnya luas hutan.
Padahal, hutan memiliki fungsi sebagai pengatur iklim. Melalui kumpulan pohon-pohonnya, hutan dapat memprduksi Oksigen (O2) yang diperlukan bagi kehidupan manusia dan dapat pula menjadi penyerap Karbondioksida (CO2) sisa hasil kegiatan manusia, atau menjadi paru-paru wilayah setempat. Karena siklus yang terjadi di hutan, dapat mempengaruhi iklim suatu wilayah di sekitarnya.
Efek Rumah Kaca
Sebagaimana di atas, salah satu penyebab semakin menipisnya hutan di Indonesia adalah maraknya pembangunan gedung-gedung industri dan gedung bertingkat. Secara langsung, bangunan-bangunan tersebut juga memiliki dampak negatif dari sisi ekologis. Dampak ini sering disebut juga dengan efek rumah kaca (greenhouse effect), yaitu pantulan panas dari sinar matahari yang sebagiannya dipantulkan kembali ke angkasa (oleh permukaan bumi yang berwarna muda —tutupan salju, awan, dll), yang kemudian sebagiannya lagi diserap baik oleh permukaan bumi yang berwarna agak gelap maupun oleh gas-gas rumah kaca yang terkandung dalam atmosfer.  Gas-gas rumah kaca ini merupakan sinar yang dipantulkan kembali sebagai panas. Semakin banyak kandungan atau konsentrasi gas-gas rumah kaca ini, semakin banyak panas yang dilepaskan, maka semakin panaslah atmosfer bumi. Semakin panas atmosfer bumi maka akan semakin membuat keterkacauan iklim yang semakin lama akan semakin sulit diprediksi
Walaupun sebenarnya efek rumah kaca merupakan proses alami yang diperlukan agar permukaan bumi cukup hangat untuk didiami. Sayangnya, aktivitas manusia mengganggu kondisi alami dan membuat konsentrasi gas rumah kaca semakin tinggi sehingga panas yang terperangkap di atmosfer semakin tinggi dan menyebabkan suhu permukaan bumi semakin panas.
Kembali ke Penghijauan
Pohon sebagai salah satu mekanisme hidup dalam kehidupan kita memiliki peran penting di dalam menjaga keseimbangan yang berlangsung dalam kehidupan di bumi. Karena setiap tahunnya, satu pohon saja dapat menghasilkan 260 pon O2 tiap tahunnya. Selain itu pohon juga dapat menyerap gas CO2 sebanyak 1 ton tiap tahunnya. Menanam pohon ini juga merupakan kontribusi kita terhadap lingkungan. Pohon dapat  membantu menurunkan emisi gas rumah kaca, sehingga turut membantu menurunkan pengaruh global warming. Selain itu, pohon juga bisa menjadi solusi dalam mencegah bencana alam seperti longsor dan banjir langganan yang terjadi di Jakarta. Karena selain sebagai penetralisir udara, pohon juga berperan penting dalam penyerapan air.
Hal inilah yang seharusnya kita kampanyekan kepada khalayak luas tentang pentingnya menanam dan menjaga kelestarian hutan dan pohon, karena dengan terlestarikannya pohon-pohon dan hutan, akan terjadi keharmonisan dan keseimbangan ekologis yang manfaatnya tentu saja kembali kepada manusia itu sendiri. Selamat, hari pohon sedunia.
Read More --►

Hari Guru Nasional

Hari minggu lalu, sahabat Nesi bercerita mengunjungi rumah mantan guru Sekolah Dasar (SD)-nya. (Eh, ada nggak ya istilah mantan/bekas untuk bapak dan ibu guru kita?).
Bapak Hussein nama guru SD sahabat Nesi itu. Hmm.. asal kamu tahu saja, mereka sudah tidak pernah bertemu lagi sejak lulus sekolah dasar tahun 1989. Nah, bayangkan. Berapa lama guru dan murid ini tidak bertemu? 20 tahun!
Sahabat Nesi yang bernama Kak Elda Pardede, membuat kumpulan foto teman-teman sekelas dalam sebuah buku kecil yang dibuatnya dengan telaten dan apik untuk dipersembahkan kepada Bapak Hussein sebagai rasa bahagia, haru dan terima kasih yang tak terhingga kepada beliau.
Kak Elda juga membuat puisi untuk Bapak Hussein, guru tercinta. Ingin tahu seperti apa puisi yang dibuat Kak Elda? Klik saja channel "Karya Kita " ya..
Hari Guru
Cikal bakal para pendiri persatuan guru Indonesia. Foto: gardugurublogspot.com
Bicara tentang guru, Nesi jadi ingat, hari ini, tepatnya tanggal 25 November, kan hari lahirnya perkumpulan guru indonesia, yaitu Persatuan Guru Republik Indonesia.
Memangnya gimana, sih awal mula tanggal 25 November dijadikan sebagai Hari Guru Indonesia?
Sejarahnya
Begini ceritanya. PGRI atau Persatuan Guru Republik Indonesia lahir pada 25 November 1945. Awalnya, organisasi ini bernama Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB) tahun 1912. Lalu, pada tahun 1932, namanya berubah menjadi Persatuan Guru Indonesia (PGI) tahun 1932.
Persatuan Guru Hindia Belanda atau Persatuan Guru Indonesia ini terdiri dari para guru bantu, guru desa, kepala sekolah, dan penilik sekolah. Mereka umumnya bertugas di Sekolah Desa dan Sekolah Rakyat. Organisasi guru ini ternyata berkembang menjadi beberapa organisasi lainnya, seperti organisasi guru bercorak keagamaan, kebangsaan, dan lain-lain.
Sayangnya, pada masa penjajahan Jepang, semua organisasi dilarang, sekolah ditutup, dan akhirnya Persatuan Guru Indonesia (PGI) tak bisa lagi beraktivitas. Namun, setelah Indonesia menyatakan kemerdekaannya melalui Proklamasi 17 Agustus 1945, PGI kembali berkiprah dan berhasil mengadakan Kongres Guru Indonesia untuk yang pertama kalinya, tanggal 24-25 November 1945.
Kongres Guru Indonesia = Lahirnya PGRI
Hari Guru
Para Pendiri Sekolah Pertama di Indonesia. Foto: media.photobucket.com
Melalaui kongres ini, segala organisasi dan kelompok guru yang didasarkan atas perbedaan tamatan, lingkungan pekerjaan, lingkungan daerah, politik, agama, dan suku, sepakat dihapuskan.
adalah guru-guru yang aktif mengajar, pensiunan yang aktif berjuang, dan pegawai pendidikan bersatu untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Di dalam kongres inilah, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) didirikan. Dan salah satu tujuannya adalah mempertinggi tingkat pendidikan dan pengajaran sesuai dengan dasar-dasar kerakyatan.
Dan sebagai penghormatan kepda guru, Pemerintah Republik Indonesia melalui Keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 1994, menetapkan tanggal 25 November sebagai Hari Guru Nasional yang diperingati setiap tahun. 
Di Indonesia sendiri, jarang sekali memperingati Hari Guru Internasional ini. Selain sudah memiliki Hari Pendidikan Nasional yang diperingati setiap tanggal 2 Mei, belum banyak juga yang mengetahui Hari Guru Internasional diperingati setiap tanggal 5 Oktober.
Di beberapa daerah, seperti Karesidenan Surakarta sendiri, peringatan Hari Guru Internasional lebih diperingati dengan doa bersama. Di Wonogiri sendiri akan diadakan doa bersama oleh sekitar 8.000 guru. Sementara itu, dalam doanya, para anggota PGRI Wonogiri diminta untuk mendoakan beberapa hal yang selama ini menjadi kendala yang dialami pendidik. Di antaranya terkait kekurangan jumlah guru, perhitungan syarat jam belajar yang sulit dipenuhi untuk beberapa guru, pencairan tunjangan sertifikasi yang sering tidak lancar, dan banyaknya sistem pendidikan yang harus dipenuhi guru sehingga membingungkan. Sedang di Karanganyar, sekitar 10.000an guru akan berdoa dalam memperingati Hari Guru Internasional ini.  (berita; solopos.com)
Tentunya berdoa bersama tidak di satu tempat. Hal ini tentunya akan menggangu Kegiatan Belajar-Mengajar hari Sabtu besok. Doa bersama dilakukan tepat pukul 10 pagi selama 10 menit. Inti dari doa yang dilakukan nanti tentunya berdoa atas kesejahteraan dan pendidikan yang lebih baik untuk Indonesia.
Dengan semakin rumit dan kompleksnya sistem pendidikan di Indonesia, selain mengajar guru-guru juga harus memahami rumitnya administrasi. Coba lihat cara pengumpulan portofolio PLPG atau sertifikasi Guru Dalam Jabatan. Belum lagi ketika mengurus insentif sertifikasi yang kadang rumit dan cenderung tidak jelas turunnya. Belum lagi memahami kembali Kurikulum 2013 yang semakin rumit.
Semoga ke depannya guru bisa kembali menjadi panutan. Menjadi pendidik yang mengajarkan moral dan norma masyarakat. Guru yang menjadi panutan yang baik. Guru yang akan tersenyum melihat anak didiknya sukses secara finasial dan moral. Menjadi generasi yang membawa perubahan berarti bagi negri.
Naaah.. Selamat Ulang Tahun, Bapak & Ibu Guru... kalian semua adalah "Pahlawan Tanpa Tanda Jasa." 
Read More --►

Makna dari Kejadian 10 November

Pertempuran Surabaya merupakan peristiwa sejarah perang antara pihak tentara Indonesia dan pasukan Belanda. Peristiwa besar ini terjadi pada tanggal 10 November 1945 di Kota Surabaya, Jawa Timur. Pertempuran ini adalah perang pertama pasukan Indonesia dengan pasukan asing setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dan satu pertempuran terbesar dan terberat dalam sejarah Revolusi Nasional Indonesia yang menjadi simbol nasional atas perlawanan Indonesia terhadap kolonialisme.

Insiden di Hotel Yamato, Tunjungan, Surabaya

Hotel Oranye di Surabaya tahun 1911.

Setelah munculnya maklumat pemerintah Indonesia tanggal 31 Agustus 1945 yang menetapkan bahwa mulai 1 September 1945 bendera nasional Sang Saka Merah Putih dikibarkan terus di seluruh wilayah Indonesia, gerakan pengibaran bendera tersebut makin meluas ke segenap pelosok kota Surabaya. Klimaks gerakan pengibaran bendera di Surabaya terjadi pada insiden perobekan bendera di Yamato Hoteru / Hotel Yamato (bernama Oranje Hotel atau Hotel Oranye pada zaman kolonial, sekarang bernama Hotel Majapahit) di Jl. Tunjungan no. 65 Surabaya.
Sekelompok orang Belanda di bawah pimpinan Mr. W.V.Ch. Ploegman pada sore hari tanggal 18 September 1945, tepatnya pukul 21.00, mengibarkan bendera Belanda (Merah-Putih-Biru), tanpa persetujuan Pemerintah RI Daerah Surabaya, di tiang pada tingkat teratas Hotel Yamato, sisi sebelah utara. Keesokan harinya para pemuda Surabaya melihatnya dan menjadi marah karena mereka menganggap Belanda telah menghina kedaulatan Indonesia, hendak mengembalikan kekuasan kembali di Indonesia, dan melecehkan gerakan pengibaran bendera Merah Putih yang sedang berlangsung di Surabaya.





Tak lama setelah mengumpulnya massa di Hotel Yamato, Residen Soedirman, pejuang dan diplomat yang saat itu menjabat sebagai Wakil Residen (Fuku Syuco Gunseikan) yang masih diakui pemerintah Dai Nippon Surabaya Syu, sekaligus sebagai Residen Daerah Surabaya Pemerintah RI, datang melewati kerumunan massa lalu masuk ke hotel Yamato dikawal Sidik dan Hariyono. Sebagai perwakilan RI dia berunding dengan Mr. Ploegman dan kawan-kawannya dan meminta agar bendera Belanda segera diturunkan dari gedung Hotel Yamato. Dalam perundingan ini Ploegman menolak untuk menurunkan bendera Belanda dan menolak untuk mengakui kedaulatan Indonesia. Perundingan berlangsung memanas, Ploegman mengeluarkan pistol, dan terjadilah perkelahian dalam ruang perundingan. Ploegman tewas dicekik oleh Sidik, yang kemudian juga tewas oleh tentara Belanda yang berjaga-jaga dan mendengar letusan pistol Ploegman, sementara Soedirman dan Hariyono melarikan diri ke luar Hotel Yamato. Sebagian pemuda berebut naik ke atas hotel untuk menurunkan bendera Belanda. Hariyono yang semula bersama Soedirman kembali ke dalam hotel dan terlibat dalam pemanjatan tiang bendera dan bersama Koesno Wibowo berhasil menurunkan bendera Belanda, merobek bagian birunya, dan mengereknya ke puncak tiang bendera kembali sebagai bendera Merah Putih.
Setelah insiden di Hotel Yamato tersebut, pada tanggal 27 Oktober 1945 meletuslah pertempuran pertama antara Indonesia melawan tentara Inggris . Serangan-serangan kecil tersebut di kemudian hari berubah menjadi serangan umum yang banyak memakan korban jiwa di kedua belah pihak Indonesia dan Inggris, sebelum akhirnya Jenderal D.C. Hawthorn meminta bantuan Presiden Sukarno untuk meredakan situasi.

Nah, setelah membaca kisah diatas, betapa pengorbanan para pahlawan kita itu sungguh luar biasa bukan? nah pertanyanya, kini kita sudah merdeka berkat jasa pahlawan, lalu apa yang harus kita lakukan dalam mengisi kemerdekaan ini?. 
Jawabannya, tentunya kita harus bisa menghayati dan mengamalkan makna hari pahlawan itu bukan hanya sekedar seremonial belaka. Tetapi lebih dari itu, kita harus menjelma menjadi pahlawan-pahlawan baru dalam konteks kekiniaan sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada. Bila dulu kita berperang dengan darah, maka saat ini kita harus bertarung melawan pembodohan, kesewenang-wenangan, dan menaklukan hawa nafsu yang membelenggu pada diri kita dan para pemimpin negeri ini.
Karena sesungguhnya bangsa ini masih membutuhkan banyak pahlawan untuk mewujudkan Indonesia yang damai, adil, demokratis, serta Indonesia yang bersih dan bebas dari segala macam bentuk korupsi. Mengapa kasus korupsi menjadi sorotan, karena memang penyakit ini sudah mencapai stadium terakhir. Bahkan selain melibatkan oknum pejabat, yang paling menyedihkan sudah mengikutsertakan para penegak hukumnya yang semestinya membrantas korupsi. Dan kita sangat membutuhkan orang-orang berani untuk memberantasnya. Maka dari itu, saat ini kita membutuhkan karekteristik seorang pahlawan yang jujur, pemberani dan rela melakukan apapun demi kebaikan dan kesejahteraan masyarakat banyak.
Lalu makna lain dari hari pahlawan ini, kita harus menjadi pahlawan untuk semua. Artinya, kita harus menjadi warga yang baik dan meningkatkan prestasi dalam kehidupan saat ini. Termasuk selalu mengobarkan semangat yang tidak pernah luntur seperti yang pernah diteladani para pendahulu kita. Slogan merdeka atau mati yang diiringi gema takbir “Allahu Akbar” yang dikumandangkan para pejuang muslim saat itu, harus diaplikasikan dalam perjalanan hidup dewasa ini. Sebab orasi yang dikomandani Bung Tomo pada pertempuran 10 November 1945 di Surabaya, ternyata telah mampu mengobarkan semangat patrotisme dan kepahlawanan yang luar biasa. Kejadian ini yang pada akhirnya menjadi simbol nasional atas gagah beraninya bangsa ini, dalam melawan segala bentuk kolonialisme. Momentum inilah yang saat ini diperingati setiap tahunnya sebagai hari Pahlawan
Pada kesempatan ini juga saya mengucapkan selamat kepada Bung Karno dan Bung Hatta yang kini mendapatkan gelar pahlawan nasional. Dengan adanya gelar tersebut, tentunya ini menipis stigma yang melekat kepada Bung Karno yang diduga terlibat dalam pemberontakan pada masa itu.
Terlepas dari semua itu, kita menyadari bahwa manusia itu tidak ada yang sempurna. Pasti ada kelamahan dan kesalahan yang dibuatnya. Oleh karena itu, melalui momentum hari bersejarah ini, kita semua bisa memetik hikmah dari peristiwa heriok ini yang sudah barang tentu masih banyak makna lain yang belum tergali dalam tulisan ini. Mari saatnya kita melakukan intropeksi diri dan membenahi kualitas SDM kita, untuk menjadi sikap dan karakter seorang pahlawan bagi keluarga, lingkungan, masyarakat dan negara ini.


=> AYO INDONESIA KITA BISA <=
Read More --►

Kata-kata Mutiara 1 Muharram

Kata Ucapan Tahun Baru Hijriah 2013 1 Muharram 1435 H | Sebentar lagi, tepatnya paa 5 November 2013 Tahun Qamariah atau yang biasa disebut tahun Islam atau tahun Hijriah akan memasuki tahun baru. Karena itu, kami admin tv teropongku berniat untuk membagikan beberapa kata-kata ucapan tahun baru Islam Tersebut. Kata-kata ini cocok untuk digunakan sebagai status facebook, twitter, Blackberry Mesengger (BBM) atau dikirimkan langsung via SMS ke orang-orang terdekat anda.
TAHUN BARU 1 MUHARRAM 1435 HIJRIYAH
Semoga Allah SWT melimpahkan kepada kita
semua
☑ Sisa usia yg Barokah
☑ Kesehatan Lahir & Bathin
☑ Rezeki yg Melimpah & Barokah
☑ Kesuksesan dalam segala hal
☑ Kebahagiaan dunia-akhirat
☑ Keluarga yg Sakinah Mawadah Warohmah
☑ Rahmat, Hidayah & KaruniaNya
☑ Dijauhkan dari segala keburukan &
didekatkan pada kebaikan
☑ Sëmogǝ selalu dalam Lindungan Allah SWT
Aamiin Yaa Rabb ...
Perlahan dan pasti, hari hari berlalu
Hari ini aku menuju satu puncak tangga yang baru
Untuk membuka perjalan dilembaran baru
Dengan sisa jatah umurku yang berkurang

Daun gugur satu persatu
Semua terjadi atas ijin Allah
Umurku bertambah satu demi satu
Semua terjadi karena ijin Allah

Saat kucoba simak ke belakang
Ternyata banyak tersisa berhutang
Hutang diriku pada Mu atas nikmatku
Karena ibadahku masih pas-pasan

Kuraba dahiku
Astagfirullah, sujudku masih jauh dari khusyuk
Ketimbang keinginanku
Hmmm, masih lebih besar duniawiku

Ya Allah.
Akankah aku masih bertemu tanggal dan bulan yang sama di tahun depan?
Akankah aku masih merasakan rasa ini pada tanggal dan bulan yang sama di tahun depan?
Masihkan aku diberi kesempatan?

Ya Allah.
Tetes airmataku adalah tanda kelemahanku
Rasa sedih yang mendalam adalah penyesalanku
Astagfirullah...

Jika diijinkan hamba menapak dengan tahun depan
Jadikan hambaMU ini, untuk memulai hari lebih khusyuk.

آمــــــــــــــــــين يا رب العالمين ‎​​آمِينْ يَا مُجِيبَ السَّائِلِينْ
Read More --►